headermask image

Newbie belajar online bisnis

Perlunya Memiliki Hati Penuh Kasih

hati penuh kasihNatal adalah waktu yang tepat untuk mengaplikasikan pernyataan kasih kedalam wujud nyata. Karena itulah pada hari natal banyak diantara keluarga, saudara, maupun teman akan saling memberi hadiah sebagai perwujudan kasih tersebut. Pengertian kasih bisa berbeda pada tiap individu, tapi pada dasarnya kasih adalah sikap yang bisa mengerti dan mampu menjaga untuk tidak melukai perasaan orang lain.

Seorang pemuda dengan watak buruk dan sangat temperamental yang karena keburukan sikapnya lari kembali ke rumahnya didesa setelah di perantauan memiliki banyak musuh. Bapak pemuda tersebut lalu memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruhnya memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar. Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun, dengan gembira disampaikannya hal itu kepada si Bapak.

Bapaknya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia mampu untuk bersabar dan menahan diri. Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba juga hari dimana semua paku sudah tercabut dari pagar. Diapun menyampaikan hal ini kepada kakeknya.

Si Bapak tersenyum dan membawa anaknya ke pagar dan berkata: “Anakku, sekarang kamu sudah berlaku baik. Kamu sudah menyadari hal itu ?”. Pemuda itu cuma mengangguk. Kemudian si Bapak melanjutkan, “…tetapi coba lihat betapa banyak lubang dipagar yang telah kamu buat. Pagar dengan lobang seperti ini tidak akan bisa kembali seperti semula”.

Dengan kata lain, jika kamu berselisih paham dan bertengkar dengan orang lain. Kamu bisa saja menusukkan pisau di punggung mereka, kamu bisa saja melontarkan kata kata pedas yang menyakitkan hati mereka untuk melampiaskan kemarahanmu.

Tetapi bagaimanapun hal itu pasti akan meninggalkan luka di hati mereka. Tidak peduli berapa kalipun kau meminta maaf dan menyesali perbuatanmu, bekas lukanya pasti akan tetap tertinggal. Luka yang sama seperti lobang pada pagar.

The End… Tamat… Selesai

eN Be:

Sebetulnya saya pernah membaca kisah tersebut dari majalah Bobo, Hai, atau Gadis, atau bisa juga Hai Bobo sama Gadis, saya lupa soalnya sudah lama sekali. Namun karena saya dapat lagi dari email yang dikirimkan seseorang yang saya tidak tahu siapa dia… maka saya tulislah disini, sepertinya cocok untuk suasana Natal.

merry christmas happy neew year

If you liked my post, feel free to subscribe to my rss feeds

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*